Sabtu, 10 November 2012

Curhat Adik " Berburu PTN"


Setiap hari melakukan rutinitas yang sama, bangun pagi lalu pergi mencari ilmu. Melewati apa itu yang dinamakan menikmati keseharian. Semua orang di sekitar saya berlomba-lomba belajar untuk mendapatkan perguruan tinggi yang mereka inginkan. Ada yang ingin masuk ke universitas raksasa yang diingini hampir seluruh anak Indonesia, yakni Universitas Indonesia. Ada juga yang ingin menjadi mahasiswa baru universitas lainnya seperti Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan universitas-universitas raksasa yang sulit ditembus lainnya. Ketika semua orang sudah menentukan tujuan mereka masing-masing, saya hanya terdiam dan kembali melakukan rutinitas saya tanpa tahu arah dan tujuan kelak. Kenapa semua orang mau menjadi bagian dari universitas-universitas raksasa itu? Terlihat sekali jika mereka merasa cara untuk menuju sukses hanyalah dengan masuk ke universitas yang diinginkan tanpa tahu apa yang harus dilakukan jika tidak berhasil tembus atau jika kelak berhasil tembus. Namun bukan itu yang saya bingung, ada hal yang lebih membingungkan dari itu semua. Mengapa semua orang berlomba-lomba masuk ke universitas raksasa jika setelah mereka lulus mereka tetap tidak tahu dimana tempat membuang sampah yang benar? Mengapa pula semua orang berlomba-lomba masuk ke universitas raksasa jika setelah mereka lulus mereka tetap tidak tahu dimana tempat untuk memberhentikan bus kota? Setiap hari jalan yang saya tempuh dari rumah menuju sekolah tidaklah pendek, dan di sepanjang jalan acap kali saya melihat orang dengan pakaian kantoran membuang sampah sembarangan dan menunggu bus kota di sembarang tempat. Jadi, apa yang diajarkan di universitas-universitas jika lulusannya saja tidak mengerti begaimana menjalani hal-hal sepele?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar