Setiap hari melakukan rutinitas yang sama, bangun pagi lalu
pergi mencari ilmu. Melewati apa itu yang dinamakan menikmati keseharian. Semua
orang di sekitar saya berlomba-lomba belajar untuk mendapatkan perguruan tinggi
yang mereka inginkan. Ada yang ingin masuk ke universitas raksasa yang diingini
hampir seluruh anak Indonesia, yakni Universitas Indonesia. Ada juga yang ingin
menjadi mahasiswa baru universitas lainnya seperti Universitas Gajah Mada,
Institut Teknologi Bandung, dan universitas-universitas raksasa yang sulit
ditembus lainnya. Ketika semua orang sudah menentukan tujuan mereka
masing-masing, saya hanya terdiam dan kembali melakukan rutinitas saya tanpa
tahu arah dan tujuan kelak. Kenapa semua orang mau menjadi bagian dari
universitas-universitas raksasa itu? Terlihat sekali jika mereka merasa cara
untuk menuju sukses hanyalah dengan masuk ke universitas yang diinginkan tanpa
tahu apa yang harus dilakukan jika tidak berhasil tembus atau jika kelak
berhasil tembus. Namun bukan itu yang saya bingung, ada hal yang lebih
membingungkan dari itu semua. Mengapa semua orang berlomba-lomba masuk ke
universitas raksasa jika setelah mereka lulus mereka tetap tidak tahu dimana
tempat membuang sampah yang benar? Mengapa pula semua orang berlomba-lomba masuk
ke universitas raksasa jika setelah mereka lulus mereka tetap tidak tahu dimana
tempat untuk memberhentikan bus kota? Setiap hari jalan yang saya tempuh dari
rumah menuju sekolah tidaklah pendek, dan di sepanjang jalan acap kali saya
melihat orang dengan pakaian kantoran membuang sampah sembarangan dan menunggu
bus kota di sembarang tempat. Jadi, apa yang diajarkan di universitas-universitas
jika lulusannya saja tidak mengerti begaimana menjalani hal-hal sepele?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar