Saya menonton berita di TV belakangan ini. Salah satu topik
menarik dan hangat yang sedang diperbincangkan adalah Jokowi, Gubernur DKI
Jakarta yang baru saja menjabat beberapa minggu, melakukan sidak ke
kantor-kantor pelayanan masyarakat. Pada berita-berita disampaikan bahwa ketika
beliau mengunjungi satu per satu kantor pelayanan masyarakat tersebut, ternyata
banyak kantor yang belum siap beroperasi padahal sudah merupakan waktunya untuk
melayani. Ibu saya juga bercerita tentang apa yang terjadi di tempat kerjanya,
satu yang menyita perhatian saya adalah kisah seorang kakek miskin yang tinggal
di Depok yang pergi ke sebuah rumah sakit umum pemerintah di Jakarta Timur
sejak pukul 5 pagi dan berharap dapat dilayani pertama ternyata baru dilayani
pukul 12 siang karena dokternya baru datang. Saya berpikir, bukankah kita
diberi pilihan untuk memilih pekerjaan apa yang kelak akan kita lakukan?
Mengapa para pelayan masyarakat yang tentunya juga dibayar ini nampak enggan
melayani masyarakat? Lalu pertanyaan yang mengiang di otak saya adalah mengapa
mereka memilih pekerjaan yang sudah jelas mereka tidak bisa lakukan? Jika
mereka tak punya pilihan namun mengetahui jika mereka tak bisa, mengapa tidak
menolaknya saja? Astaga.
Gunakanlah internet dengan bijak. Segala penyalahgunaan yang diakibatkan karena adanya sebagian dari tuisan di Blog ini bukan merupakan tanggung jawab dari pihak pembuat blog. note : Jangan Mengatasnamakan blog ini untuk hal hal yang negatif sebab blog ditujukan untuk berbagi informasi yang baik, setidaknya atas namakan lah diri anda sendiri untuk hal negatif yang muungkin tercipta akibat anda membaca 1 atau lebih dari tulisan di blog ini.
Sabtu, 10 November 2012
Kinerja Buruk Layanan Masyarakat Terbongkar ketika Sang Gubernur Berpatroli
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar