Sabtu, 10 November 2012

Kinerja Buruk Layanan Masyarakat Terbongkar ketika Sang Gubernur Berpatroli


Saya menonton berita di TV belakangan ini. Salah satu topik menarik dan hangat yang sedang diperbincangkan adalah Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang baru saja menjabat beberapa minggu, melakukan sidak ke kantor-kantor pelayanan masyarakat. Pada berita-berita disampaikan bahwa ketika beliau mengunjungi satu per satu kantor pelayanan masyarakat tersebut, ternyata banyak kantor yang belum siap beroperasi padahal sudah merupakan waktunya untuk melayani. Ibu saya juga bercerita tentang apa yang terjadi di tempat kerjanya, satu yang menyita perhatian saya adalah kisah seorang kakek miskin yang tinggal di Depok yang pergi ke sebuah rumah sakit umum pemerintah di Jakarta Timur sejak pukul 5 pagi dan berharap dapat dilayani pertama ternyata baru dilayani pukul 12 siang karena dokternya baru datang. Saya berpikir, bukankah kita diberi pilihan untuk memilih pekerjaan apa yang kelak akan kita lakukan? Mengapa para pelayan masyarakat yang tentunya juga dibayar ini nampak enggan melayani masyarakat? Lalu pertanyaan yang mengiang di otak saya adalah mengapa mereka memilih pekerjaan yang sudah jelas mereka tidak bisa lakukan? Jika mereka tak punya pilihan namun mengetahui jika mereka tak bisa, mengapa tidak menolaknya saja? Astaga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar